Mar 28, 2007

Friday Talk : Ustaz Ibrahim Mohd Raja

Ustaz membawa bab bencana kita untuk memikirkan mengenai bencana alam yang banyak berlaku sekarang ini adalah akibat dari perbuatan manusia/kita sendiri. Sebagaimana firman Allah dalma surah

As-Syura ayat 30 yang bermaksud

 “Dan apa jua Yang menimpa kamu dari sesuatu kesusahan (atau bala bencana), maka ia adalah disebabkan apa Yang kamu lakukan (dari perbuatan-perbuatan Yang salah dan berdosa); dan (dalam pada itu) Allah memaafkan sebahagian besar dari dosa-dosa kamu.”

Allah yang bersifat arrahman an arrahim sentiasa menanti hambaNya bertaubat tetapi manusia sentiasa/senang berada di dalam dosa dan kemungkaran. Allah berfirman di dalam surah Al Qasas ayat 59  yang bermaksud

“Dan tidaklah menjadi kebiasaan Tuhanmu membinasakan mana-mana negeri sebelum ia mengutus ke ibu negeri itu seorang Rasul Yang akan membacakan kepada penduduknya ayat-ayat keterangan kami; dan tidaklah menjadi kebiasaan Kami membinasakan mana-mana negeri melainkan setelah penduduknya berlaku zalim”



Ustaz menyambung dengan menyatakan mengenai tiga bentuk kekufuran

1) Kufur/syirik kpd allah

2) Melakukan dosa secara berterusan apatah lagi dosa besar

Sabda nabi saw"Tidak zahir dalam satu kaum dan memakan riba kecuali mereka menghalalkan hukuman Allah keatas mereka”

3) Kufur nikmat



Allah berfirman dalam surah Al-Qasas ayat 58  yang bermaksud

“Dan berapa banyak Kami binasakan negeri-negeri Yang penduduknya telah

berlaku sombong dan tidak bersyukur Dalam kehidupannya (yang serba mewah dan senang lenang). maka itulah Dia tempat-tempat tinggal mereka terbiar tidak

didiami orang sesudah mereka (dibinasakan), kecuali sedikit sahaja dan Sesungguhnya Kamilah Yang mewarisi mereka.”




Jika kita melihat suasana di Malaysia, dapat kita lihat nikmat yang melimpah ruah. Jika semua nikmat inji menjurus kepada ketaatan, alhamdulillah, tetapi jika sebaliknya yang berlaku, nauzubillah.



Di dalam membicarakan mengenai nikmat ada 3 jenis nikmat dr Allah

1) nikmatul jazad - nikmat balasan dari perlakuan baik ie main dapat nikmat makin dekat dgn Allah

2) nikmatul bala'  -nikmat utk menguji dari Allah iaitu allah menurunkan bala atau ujian untuk menguji hambanya akan kufur atau terus taat dan mengakui akan kekuasaan Allah.

3) nikmat istidraj - nikmat menipu daya ie dapat nikmat atas maksiat yang dilakukan (makin jahat makin bnyk nikmat yang diperolehi).



Sabda nabi saw "Sekiranya kamu melihat nikmat pada seseorang hamba sedangkan dia melakukan maksiat maka ianya adalah nikmat istidraj"

Dan firman Allah dalam surah Al Anam ayat 44  yang bermaksud

“Kemudian apabila mereka melupakan apa Yang telah diperingatkan mereka dengannya, Kami bukakan kepada mereka pintu-pintu Segala kemewahan dan kesenangan, sehingga apabila mereka bergembira dan bersukaria dengan segala nikmat Yang diberikan kepada mereka, Kami timpakan mereka secara mengejut (dengan bala bencana Yang membinasakan), maka mereka pun berputus asa (dari mendapat sebarang pertolongan).”




Sesuatu yang ustaz hendak kita fikir-fikirkan

1) Sabda nabi saw riwayat Abu nuaim "Akan ada kaum dari umat ini mereka tidur dalam keadaan kenyang, dalam keadaan lagha, keesokannya mereka diubah menjadi kera dan khinzir" - diubah dari segi kelakuan. Kenapa  Allah menggunakan perumpamaan khinzir dan monyet? Kerana

-khinzir  ianya binatang yang tidak berperasaan

- monyet-ianya binatang yang suka bersuka ria



2) Riwayat Termidzi dan Ibnu Majah, Nabi saw bersabda"Jangan kamu mengadakan jual beli penyanyi dan jgn kamu mengajar nyanyian. Tidak ada kebaikan pada perniagaan itu, maka hasil pendapatan dari nyanyian haram" kerana nyanyian ini turun ayat dalam surah luqman ayat 6 yang bermaksud

“Dan ada di antara manusia: orang Yang memilih serta membelanjakan hartanya kepada cerita-cerita dan perkara-perkara hiburan Yang melalaikan; Yang berakibat menyesatkan (dirinya dan orang ramai) dari ugama Allah Dengan tidak berdasarkan sebarang pengetahuan; dan ada pula orang Yang menjadikan ugama Allah itu sebagai ejek-ejekan; merekalah orang-orang Yang akan beroleh azab Yang menghinakan.”



Di riwayatkan oleh Attabrani, sabda nabi saw (lebih kurang maksudnya) "Diakhir zaman akan banyak berlaku bencana di bumi, kerusakan, perubahan manusia (perubahan perangai -rupa manusia, perangai binatang!). Lalu sahabat bertanya "Bilakah terjadinya suasana itu? Nabi saw jawab (1) bila muzik banyak dimainkan (2) bila ramainya penyanyi (3) bila arak dihalalkan.



Al Qasas 60. "Dan apa jua (harta benda dan lain-lainnya) Yang diberikan kepada kamu, maka adalah ia merupakan kesenangan hidup di dunia dan perhiasannya; Dalam pada itu, apa jua Yang ada di sisi Allah (yang disediakan untuk orang-orang Yang beriman dan taat) adalah ia lebih baik dan

lebih kekal; maka mengapa kamu tidak mahu memahaminya?"




Saz : Kawan ada berkata ketika kami  bersama-sama adik-adik, katanya “ kita sering menyebut kita mempunyai 2 pilihan, samada untuk ke syurga atau ke neraka. Tetapi jika kita fikirkan dengan iman kita sebenarnya tidak mempunyai pilihan seperti itu.  Yang kita ada hanyalah untuk menuju ke syurga Allah.  Neraka dijadikan dengan penuh siksaan yang teramat sangat, penderitaan yang tak tergambar bukan kerana Allah itu kejam tetapi untuk kita usahakan untuk dijauhi. Kerana itu, neraka itu bukanlah satu pilihan.  Dan tidak sepatutnya menjadi pilihan pun kerana Allah jadikan dia bukanlah untuk didiami oleh manusia! Allah jadikan nereka hanyalah untuk memotivasikan kita agar berusaha lebih untuk memasuki syurga,  Tapi manusia yang fitrahnya mudah lupa, terkinja-kinja nak masuk ke neraka!



Powered by ScribeFire.

Mar 22, 2007

Students oh students!

This week is an exam weeks. As usual the lecturers are

supposed to post the students carry marks. As for my class, no final, so

we finished our test 2 yesterday morning. I post the carry mark 1 hour

before the test 2 :-). So after the test, there are a lot of people in front of

my office! More than I used to receive during the semester. Lots of question

asked! "Why my assignment 2 zero?" "Why I get only 5.5 in quiz

4?" why..why..why...

After they saw their carry marks, then there start to worry, "whoooo..I'm not going to past" Then they start to come to their lecturer with all sort of problems that for through out the semester we didn't heard about it!! For Malaysian it is easy, they only ask then we said something that they can accept they will go. No 'fight', unless they sure we make a mistake. But international, totally different story. Even it is their mistake, they will try to put the blame on us, try to make us feel bad about our action, try to tell a story about their problems, try to make us as dizzy as possible and to increase our high blood pressure!! Before they get what they want, we are going to see them everyday, sometimes 5 times a day. A visit that they never do throughout the semester!! I always told them, "brother you die already, what you can do?"

Early in the semester I always told my students, whatever happened in the class through out the semester resemble what ever happened to us in this world.We live in this world with purpose. Our ultimate purpose is to enter

jannah. But we cannot enter jannah if our actions and work do not point

to that direction. Throughout our life we will face a lot of test. A test

just for us to reflect back to our action and all the things that we have done.

Allah gives us test not because it is just a test, or just wants to see us

suffer. But the test is to tell us "Halooo..check..check..check...". If we past one test Allah will test us again, if we fail one test Allah will still test us again. />Still give us a chance to change and to check our life. Then Allah will filter

and give us what we deserve.

That is what happened throughout the semester. If you have problem please

resolve it earlier in the semester. After test 1 you can know either you

understand earlier chapters or not. If you got a fail marks, you know you have

problem, when you know you have problem, get help! Do not think that

"that's ok, I will understand previous semester along with the new

chapters!!" When you start to accumulate your problems then by test 2, you

nazak already! After test 2 you die already! Then you start to come to

your lecture asking "please madam, give me another quiz, another

assignment, another test!!" The request that will bring my blood pressure

to the upper level! "When you have time you don't want to use now

you are asking me to spend times developing a new quiz, test, assignment for

you! banyak cantik!!" When we are in the grave, no way we can go back to the world and correct the mistake that we did in our world live. What is done, is done. "So before you can come and ask your lecturer to help you please help yourself first!" That's what I always told my students. If they are not deserved to get what they request, they are not going to get it. I told them, "if you need even 0.5 to pass, if you didn't deserve it, I won't add!!" Tough haaa....;-)

/>





powered by performancing firefox

Mar 21, 2007

Jangan Bersedih, Tanyalah Dirimu Sendiri Tentang Hari ini, Kelmarin dan Esok

Tutuplah pintu besi masa lalu dan masa hadapan, dan hiduplah dalam detik-detik hari ini.



1) Apakah saya akan menundakan kehidupan hari ini kerana takut akan hari esok atau kerana harapan kebun yang indah di esok hari?



2) Apakah saya harus menjadikan hari ini menjadi sedemikian getir dengan membayangkan hal-hal yang telah terjadi di masa lalu, yang telah lapuk bersama dengan berlalunya waktu dan zaman?



3) Apakah saat bangun dipagi hari, saya telah bertekad untuk menggunakan sebaik-baiknya hari ini dan mengambil faedah yang sebesar-besarnya dari waktu yang hanya berjumlah 24 jam ke depan?



4) Apakah saya mampu mengambil faedah dari rangkaian detik demi detik dalam kehidupan hari ini?



5) Bila saya akan mulai melakukan itu semua? Minggu depan? Esok? Atau, hari ini?





petikan dari La Tahzan (Janganlah bersedih : Dr 'Aidh Abdullah Al Qarni



Bagaimanakah yang dikatakan hiduplah dalam detik-detik hari ini? Any tips? - saz






powered by performancing firefox

Mar 12, 2007

Suatu Kebiasaan itu

Masa baru menjengah ketahun 2005 dulu saya pernah dapat satu e-mail yang bertajuk (lebih kurang), "bagaimana anda tahu anda berada di tahun 2005" macam tulah rasanya bunyi e-mail tu. Masa tu bila baca e-mail tu boleh kata hampir 90 peratuslah apa yang ditulis tu betul2 kena kat diri sendiri! Kenapa teringat balik pasal e-mail tu sebab seminggu dua ni terjadilah sesuatu yang tak pernah ingat akan terjadi pada diri ni!

1) Bila dail nombor phone kat rumah nak call out, start dail dengan 9 ... !!

2) Bila internet down, yang sejak dua menjak ni selalu terjadi, huish...tak sempurna rasanya hidup (iman down tak la rasa cam tu lak!! :-( )

3) Bila tertinggal mobile phone kat rumah bila datang kerja, rasa alamak... terputus hubungan!!!

4) Bila electricity tak ada, gelap betul dunia rasanya. Lilin lima, nam batang pun masih rasa gelap lagi. Kalau dulu masa kecik-kecik lampu minyak tanah satu ke dua pun dah cukup baik!

5) Ini satu perkara yang tak pernah langsung terfikir akan berlaku pada diriku ini...satu pagi tu parking kereta, then keluar dari kereta. Masa berjalan nak ke ofis tu (masa tu masih lagi diatas jalan dikiri jalan) terdengarlah bunyi cam bunyi motor kat sebelah kanan dari arah belakang. You know what I did?? I tak toleh belakang, I tengok my "side mirror" !!!!! Ada ka patut masa tengah jalan kaki nak tengok apa yang berbunyi kat belah kanan tu gi toleh sikit ke kanan, cam masa drive then toleh ke "side mirror"!! Ust Alias pernah cerita pasal suatu hari dia tengah jalan nak gi pasar, ada orang honk dari blakang dia pun secara automatiknya dongak ke atas nak tengok back mirror dia!!! Masa tu punyalah bantai gelak, ni terjadi kat diri sendiri.. sendiri gelak laa... ;-O



Macamtulah agaknya bila kita asyik buat benda yang sama saja setiap hari sehingga ianya cam dah sebati ngan kita! Semoga solat yang kita buat setiap hari tidak begitu rasanya. Ianya sebati didalam diri kita tapi bukan dibuat sebab dah sebati sehingga solat tu dah jadi kebiasaan. Bila kita buat bukan sebab itulah tuntutan atau tanggungjawab kita tetapi sekadar kebiasaan. Sebab tu agaknya orang yang solat pun masih buat maksiat., sebab solat tidak lagi dapat menjaga diri kita kerana kita solat hanya sekadar solat, bukan kerana untuk mengingati allah. :-(



Allah berfirman dalam surah Thoha ayat 14 yang bermaksud

"Dan dirikanlah sembahyang itu kerana mengingatiku"



Allah berfirman dalam surah Al A'raf ayat 205 yang bermaksud

"Dan janganlah kamu termasuk golongan orang-orang yang lalai"



Sabda Nabi saw

"Barangsiapa bersembahyang, padahal sembahyangnya itu tiada dapat mencegahkannya dari perbuatan keji dan mungkar, maka orang itu tiada akan bertambah sesuatu dari Allah melainkan jauh daripadanya."



Sabda Nabi saw lagi

"Betapa banyak orang yang mendirikan sembahyang tetapi bahagian yang didapatinya dari sembahyang itu hanyalah penat-lelah semata-mata."



Semoga Allah menerima ibadah solat kita sebagai tanda ingatan kita kepadaNya.









powered by performancing firefox

Mar 9, 2007

Ujian kenikmatan

"Ujian adalah..tarbiyyah dari Allah. Apakah kitakan sabar, ataupun sebaliknya..." Begitulah bait-bait dari sebuah lagu lama the zikr. Nasyid-nasyid lama biasanya penuh "ruh", setiap kali mendengarnya pasti menusuk-nusuk ke dalam hati. Merasai rindunya dan kasihnya Ilahi. Tapi nasyid sekarang, asyik membicarakan mengenai cinta sesama manusia! Sukar dicari nasyid yang apabila didengari terus menusuk ke dalam hati. Hati terus mengakui "benarlah ya allah, kaulah segala-galanya," "ampunkanlah aku ya allah atas segala noda dan dosa yang kulakukan." "Aku akui ya Allah, ini hanyalah ujian Mu untuk hamba-hambamu". Semua itu adalah perasaan yang sukar lagi dirasai apabila mendengar nasyid-nasyid kontemporari. Kebanyakannya hanyalah untuk halwa teliga bukan halwa hati!.

Bukan mengenai nasyid yang ingin dinaytakan disini, tapi mengenai ujian. Apabila kita berbicara mengenai ujian. Seringkali yang kita fikirkan adalah ujian kesusahan, ujian kesedihan, ujian yang negatif saja. Bila berlaku sesuatu keburukan pada kita pasti kita ingat "ini ujian dari allah". Kita mudah untuk mengingati allah jika ujian yang mendatang menyesakkan nafas kita, menyakitkan diri kita, meremuk redamkan jantung hati kita.

Seringkali kita terlupa bahawa ianya juga satu bentuk ujian jika kita mendapat kesenangan. Allah berfirman di dalam surah Az-Zumar ayat 49 yang bermaksud "Maka apabila manusia disentuh oleh sesuatu bahaya, ia segera berdoa kepada Kami; kemudian apabila Kami memberikannya sesuatu nikmat (sebagai kurnia) dari kami, berkatalah ia (dengan sombongnya): "Aku diberikan nikmat ini hanyalah disebabkan pengetahuan dan kepandaian yang ada padaku". (tidaklah benar apa yang dikatakannya itu) bahkan pemberian nikmat yang tersebut adalah ujian (adakah ia bersyukur atau sebaliknya), akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui".

Setiap hari berapa kalikah kita menadah tangan dan berkata kepada Allah "Ya Allah, ampunkanlah aku jika tidak cukup syukurku padaMu diatas segala nikmat yang engkau berikan padaku". Sepanjang lima kali kita bersolat wajib, berapa kali pengucapan itu yang kita ucapkan?

Setiap hari seribu satu nikmat yang kita nikmati. Cuba kita tutup mata selama lima minit dan buatlah kerja apa-apa yang kita biasa buat, mengemas ke, buat minuman ke. Apa yang kita rasa? Itu baru lima minit, cuba 30 minit! Cuba pula kakukan kedua-dua tangan kita, satu pun cukuplah sebagai permulaan. Cuba kedapur dan angkat periuk ke apa2. Senang tak? Cuba baring kat atas katil, jangan bergerak selama 15 minit. Jangan angkat tangan, jangan buat apa-apa. Baring saja (jangan tidur pulak! kena sedar baru rasa). Kalau 15 minit tak rasa apa-apa, cuba tambah ke 30 minit.

Itu semua hanyalah sebahagian dari nikmat yang kita "hilangkan" untuk seketika. Itu kita "hilangkan" sendiri, jadi bolehlah kembali normal dengan sendirinya bila kita rasa dah tak selesa. Nikmat-nikmat yang kita miliki inilah yang sering kita lupa. Lupa untuk bersyukur, sedangkan allah dengan sekelip mata saja boleh menariknya!

Kita suka membaca, suka melihat keindahan alam, suka window shoping, apa nikmatnya lagi semua itu jika tiba-tiba allah menarik balik nikmat penglihatan kita? Kita suka bersukan, apa nikmatnya lagi aktiviti sukan itu jika tiba-tiba kita hanya mampu terbaring kaku di atas katil! Nikmatnya makanan yang masuk ke dalam mulut kita tak mampu lagi untuk kita betul-betul nikmati jika ada ulcer sekecil mata pen sekali pun!

Sementara masih kita miliki seribu satu nikmat kurniaan ilahi ini, sama-sama kita syukuri dan jagai ia dengan baik. Jangan kita biarkan mata kita melihat sesuatu yang mungkar, jangan kita biarkan tangan kita memegang sesuatu yang haram, jangan kita biarkan mulut kita berbicara dusta, jangan kita biarkan kaki kita melangkah ke tempat maksiat. Jangan dan jangan, supaya allah tidak murka kepada kita dengan nikmat yand dikurniakan kepada kita. Segala nikmat yang kita miliki sepatutnya mendekatkan lagi kita kepada PEMBERI nikmat itu bukan sebaliknya. Kerana DIA yang memberi, DIA jugalah dengan mudah dapat menariknya.

Jika kemaksiatan yang kita lakukan, dan kita tidak diuji malah seribu satu nikmat lagi melimpah ruah, jangan ingat "ohh..alhamdulillah, saya bersyukur kepada allah atas kemenangan ini... terima kasih..." Tapi kita kena sedar mungkin waktu itu allah telah pun membiarkan kita sendiri. Tenggelam dalam nikmat dunia, menderita hidup di akhirat! Biar menderita di dunia, bahagia di akhirat, jangan, dan malang sekali, jika berbahagia di dunia, menderita di akhirat. Terlebih malang, teramat malang jika menderita di dunia, menderita di akhirat.



Firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 214 dan 284 yang bermaksud

"Adakah patut kamu menyangka bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum sampai kepada kamu (ujian dan cubaan) seperti yang telah berlaku kepada orang-orang yang terdahulu daripada kamu? Mereka telah ditimpa kepapaan (kemusnahan hartabenda) dan serangan penyakit, serta digoncoang (oleh ancaman musuh)...".



"Segala yang ada di langit dan yang ada dibumi adalah kepunyaan Allah. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hati kamu atau kamu menyembunyikannya, nescara Allah akan menghitung dan menyatakannya kepada kamu. Kemudian ia mengampunkan bagi sesiapa yang dikehendakiNya dan menyeksa sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peraturanNya) dan (ingatlah), Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu".



Peringatan buat diri yang sering terlupa ini.









powered by performancing firefox

Mar 1, 2007

Mencari Cinta

Setiap orang ingin bercinta dan dicintai. Walau bagaimana dia cuba meyakinkan, "that's ok, I'm fine to be alone". Jauh di sudut hatinya, jauh terbenam di dalam jiwanya pasti mempunyai perasaan untuk bercinta dan dicintai. Ada sesetengahnya akan melakukan apa saja agar boleh memperolehi cinta dan sanggup buat apa saja untuk mempertahankannya. Tetapi kebanyakannya cuba mengejar dan mempertahankan fatamorgana cinta. Sesuatu yang menipu pandangan mata hati kita.



Kita tahu kehidupan kita di dunia ini sementara cuma. Tapi betul-betul yakinkah kita itulah sebenarnya hakikat kehidupan kita di dunia ini. SEMENTARA! Sesuatu yang bersifat sementara tak mungkin akan KEKAL. Tak mungkin! Walau seteruk, sesusah mana pun usaha kita untuk membuatnya kekal, ia tak mungkin kekal. Ianya akan tetap bersifat sementara. Kenapa? Kerana itulah sunnatulllah. Ketentuan Allah kepada kita, HAMBA ciptaannya (bagaimana dapat kita berbesar diri sedangkan kita hanyalah HAMBANya!!). Allah berfirman di dalam surah Al Ghafir ayat 39 yang bermaksud



"Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan di dunia ini hanyalah kesenangan (semestara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal"



Setelah kita menyedari semua yang ada di dunia ini hanyalah sementara, kehidupan kita juga sementara sahaja, ibu bapa kita, anak-anak kita, suami kita, buah hati kita, semuanya sementara. Jadi sesuatu yang sementara, apa saja perlakuannya bolehkah bersifat kekal? Apa yang dirasainya bolehkah bersifat kekal? Apa yang dicurahkannya bolehkah bersifat kekal? Di awal perkahwinan atau di awal percintaan kita mengucapkan "I love U" bolehkah kita pastikan perasaan itu kekal selama-lamanya? Kita akan mengucapkan lagi "I love U" setelah 10 tahun, tapi perkataan yang diucapkan pertama kali itu sentuhan jiwanya pasti lain ketika kita mengucapkannya 10 tahun kemudian! Ianya tak kekal kerana adunan perasaan dan jiwa kita juga sementara!



Jadi dalam kita memburu cinta, kita kena sentiasa ingat yang pemburuan kita dari orang yang sementara saja kehidupannya, perasaannya, kita tidak boleh menggantungkan 100% kepadanya. Kerana apa yang dirasai terhadap kita hanyalah sementara. Itu akan membuat kita tidak terlalu mengharap, terlalu bergantung, terlalu percaya. Jika kita dikianati kesannya tidak akan terlalu mendalam kerana kita tahu dianya milik kita yang sementara cuma! Boleh faham? Renung..renungkan...



Jangan terlalu di kejar cinta yang sementara, jangan terlalu berharap kepada sesuatu yang sementara itu. Jika telah kita perolehi cinta yang sementara itu bajailah ia kerana ianya sementara cuma.



Carilah cinta yang kekal, cinta yang akan membawa kita ke taman yang kekal abadi, ke daerah yang penuh cinta, ke laman yang disirami kebahagiaan. Cinta Ilahi yang pasti cinta yang abadi. Mintalah cinta dari yang EMPUNYA cinta itu!











powered by performancing firefox